Studi Kasus untuk [Mom & Baby]
Strategi Brand Mom & Baby Meningkatkan Revenue dan ROAS Tanpa Mengorbankan Efisiensi
Studi Kasus untuk [Mom & Baby]
Strategi Brand Mom & Baby Meningkatkan Revenue dan ROAS Tanpa Mengorbankan Efisiensi
Tidak sedikit brand di kategori ibu dan anak (mom & baby) mengalami satu fase yang cukup tricky: penjualan mulai naik, tapi belum stabil. Di satu sisi, ini tanda bahwa strategi mulai bekerja. Namun di sisi lain, justru di fase ini banyak bisnis kehilangan arah.
Kenapa? Karena dorongan untuk “mempercepat hasil” sering kali terlalu besar:
- Budget langsung dinaikkan
- Campaign ditambah tanpa arah
- Audience diperluas tanpa kontrol
Akibatnya, yang tadinya naik justru kembali turun. Tapi, ada satu brand yang menarik untuk dibahas.
Mengubah Cara Melihat Growth
Pada November 2025, brand ini sudah berada di titik yang cukup baik:
- Revenue: Rp200.896.442
- ROAS: 11.57
Angka ini menunjukkan satu hal penting: sistem marketing yang mereka terapkan sudah berjalan dan menghasilkan. Akan tetapi, pertanyaan berikutnya justru menjadi jauh lebih penting: bagaimana memastikan performa ini tidak berhenti di sini?
Karena dalam banyak kasus, bisnis yang sudah mulai “naik” justru paling rentan stagnan. Alih-alih fokus ke “berapa besar bisa naik”, pendekatan yang digunakan oleh brand berubah menjadi: bagaimana menjaga ritme pertumbuhan
Langkah ini sekilas mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Artinya tidak semua harus dipercepat, tidak pula harus ditambah, bahkan tidak juga harus diubah. Langkah pertama yang dilakukan adalah mundur sedikit untuk melihat gambaran besar.
Membaca Data, bukan Sekadar Melihat Angka
Ini yang sedang terjadi: bisnis lebih sering melihat data hanya sebagai laporan. Tapi, brand menggunakan data sebagai landasan untuk mengambil keputusan. Beberapa hal yang dianalisis lebih dalam:
- Campaign mana yang benar-benar mendorong pembelian, bukan sekadar klik
- Produk mana yang punya repeat demand
- Pola waktu kapan customer lebih siap membeli
Dari sini mulai terlihat bahwa ada momentum yang sebenarnya sudah terbentuk tapi belum dimaksimalkan secara konsisten
Strategi: Menjaga yang Sudah Jalan, bukan Mengganti Semua
Salah satu kesalahan umum saat ingin berkembang adalah mengganti terlalu banyak hal sekaligus. Di Mikimaru, pendekatannya justru terbalik: mempertahankan yang sudah bekerja, lalu mengembangkannya perlahan
1. Memperkuat Campaign yang Sudah Stabil
Alih-alih membuat campaign baru, fokus diarahkan ke:
- Meningkatkan exposure dari campaign terbaik
- Menjaga performa tetap stabil saat budget naik
- Memastikan tidak ada penurunan signifikan saat perubahan dilakukan
2. Membuka Ruang untuk Eksperimen (Tanpa Risiko Besar)
Bukan berarti tidak. Brand ini tetap melakukan eksperimen, tapi dalam skala yang lebih terkontrol:
- Testing creative baru tanpa mengganggu performa utama
- Mencoba audience tambahan secara bertahap
- Melihat respon sebelum memperluas strategi
Dengan cara ini, bisnis tetap berkembang tanpa kehilangan pijakan.
3. Mengelola Ekspektasi saat Growth Terjadi
Ketika revenue mulai naik, banyak bisnis tergoda untuk mempercepat semuanya. Di sini, justru yang dijaga adalah keseimbangan:
- Tidak memaksakan kenaikan terlalu cepat
- Memastikan ROAS tetap sehat
- Menjaga agar biaya tidak melonjak tanpa kontrol
Eksekusi: Hal-Hal Kecil yang Konsisten
Kalau dilihat dari luar, hasilnya mungkin terlihat seperti “lonjakan”. Tapi di balik itu, yang terjadi adalah proses yang cukup disiplin:
- Monitoring performa secara rutin
- Respon cepat saat ada perubahan tren
- Penyesuaian kecil yang dilakukan terus-menerus
Inilah yang sering tidak terlihat, tapi justru paling berpengaruh.
Hasil: Growth yang Terasa Natural, bukan Dipaksakan
Dalam periode November 2025 hingga Februari 2026, brand ini mendapat peningkatan revenue dan ROAS yang terlihat cukup jelas:
- Revenue: dari Rp200 juta ke Rp328 juta
- ROAS: dari 11.57 ke 16.54
Yang menarik bukan angkanya, tapi kenaikan yang terasa “smooth”. Tidak ada lonjakan ekstrem yang berisiko turun kembali. Sebaliknya, performa bergerak naik dengan ritme yang lebih stabil. Ini yang membuat growth menjadi lebih berkelanjutan.
Insight untuk Bisnis Lainnya
Dari perjalanan brand hingga mendapatkan lonjakan revenue dan ROAS, ada beberapa hal yang cukup relevan untuk bisnis lain:
- Growth yang sehat itu terasa stabil, bukan meledak lalu turun. Momentum lebih penting daripada lonjakan sesaat.
- Tidak semua masalah butuh strategi baru. Kadang yang dibutuhkan hanya memperjelas arah dari yang sudah ada.
- Data hanya berguna kalau ditindaklanjuti. Insight tanpa eksekusi tidak akan mengubah apa-apa.
- Konsistensi sering kali lebih powerful daripada strategi kompleks. Hal sederhana yang dilakukan terus-menerus bisa menghasilkan perubahan besar.
Kalau Bisnis Sudah Mulai Naik, Jangan Sampai Kehilangan Arah
Brand berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan tidak harus selalu agresif untuk bisa signifikan. Sebaliknya, pendekatan yang tepat, bisnis bisa:
- Meningkatkan revenue secara konsisten
- Menjaga efisiensi tetap sehat
- Membangun momentum yang terus berkembang
Banyak bisnis sebenarnya sudah punya tahu kapan waktunya berkembang, tapi tidak tahu bagaimana menjaganya. Pada titik ini, yang dibutuhkan bukan tambahan campaign, tapi cara melihat performa dengan lebih jelas—lalu tahu bagian mana yang perlu diperkuat.
Di Agile Advertising, pendekatan ini dilakukan dengan:
- Membedah data secara lebih dalam
- Menemukan peluang yang sering tidak terlihat
- Mengembangkan performa tanpa harus mengambil risiko besar
Ingin tahu bagaimana strategi ini diimplementasikan di bisnis Anda? Kontak kami sekarang dan konsultasikan apa yang Anda butuhkan!