Hello! Your Own Custom Plan Here!

Studi Kasus untuk [Home & Living]

Langkah Meraih Rp419 Juta dan 3.000 Pesanan di Momen Ramadan pada Bisnis Home & Living

22 May 2026 | Tags: Home & Living, Ramadan, ROAS, E-commerce
Main Secondary

Ramadan bukan sekadar momen spiritual — bagi pelaku bisnis e-commerce, ini adalah puncak pergeseran perilaku konsumen yang paling dramatis dalam satu tahun. “Surprice”, brand di sektor Home & Living, berhasil membaca momentum ini dengan sempurna. 

Dalam periode Januari hingga Februari 2026, mereka mencatatkan lonjakan ROAS dari 9,76 menjadi 48,27 di platform Shopee — pertumbuhan hampir 5 kali lipat — diiringi pendapatan sebesar Rp419 juta dan lonjakan pesanan dari 800 menjadi hampir 3.000 dalam 30 hari.

Ramadan dan Pergeseran Besar di Sektor Home & Living

Menjelang Ramadan, pola belanja konsumen Indonesia berubah signifikan. Kategori Home & Living — mulai dari perlengkapan dapur, dekorasi rumah, hingga produk kebersihan — mengalami lonjakan permintaan yang tajam. 

Konsumen mulai mempersiapkan rumah mereka untuk menyambut bulan suci: membeli peralatan makan baru, mempercantik ruang keluarga, hingga melengkapi kebutuhan ibadah di rumah. Inilah konteks di mana Surprice masuk dan memanfaatkan gelombang permintaan ini dengan strategi yang terukur dan berbasis data.

ROAS: Tolok Ukur Kunci Performa Iklan E-Commerce

Return on Ad Spend atau ROAS mengukur seberapa efisien pengeluaran iklan dalam menghasilkan pendapatan. Pada kasus “Surprice”, angka ROAS 9.76 berarti setiap Rp1 yang dibelanjakan untuk iklan menghasilkan sekitar Rp9,76 dalam pendapatan — angka yang masih bisa dioptimalkan lebih jauh. 

Ketika ROAS melonjak ke 48.27, artinya efisiensi iklan meningkat hampir 5 kali lipat: setiap rupiah iklan kini bekerja jauh lebih keras menghasilkan konversi nyata.

Bagi brand di sektor kompetitif seperti Home & Living, peningkatan ROAS sebesar ini bukan hanya soal efisiensi — ini adalah bukti bahwa brand telah menemukan formula yang tepat antara audiens, pesan, dan timing.

Tantangan Awal: Membangun Momentum di Awal Tahun

Januari sering kali jadi bulan yang berat bagi banyak brand e-commerce. Konsumen baru melewati momen belanja akhir tahun dan cenderung lebih selektif dalam pengeluaran. 

Surprice menghadapi tantangan untuk menjaga relevansi iklan sambil membangun dasar yang kuat menjelang puncak Ramadan:

  • Biaya iklan yang masih tinggi namun konversi belum optimal di awal Januari.
  • Persaingan ketat di kategori Home & Living yang dipenuhi banyak pemain besar.
  • Kebutuhan untuk mengidentifikasi produk unggulan yang paling resonan dengan konsumen pra-Ramadan.
  • Memastikan stok dan operasional siap menghadapi lonjakan pesanan yang diprediksi.

Strategi di Balik Lonjakan ROAS Hampir 5 Kali Lipat

Pencapaian “Surprice” bukan kebetulan. Ada pendekatan strategis yang dieksekusi secara konsisten sepanjang periode Januari hingga Februari 2026:

1. Penyelarasan Optimasi dengan Momen Ramadan

Tim “Surprice” secara proaktif menyesuaikan strategi iklan mereka dengan pergeseran niat beli konsumen menjelang Ramadan. Kampanye dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik konsumen di momen ini — produk yang relevan dengan persiapan Ramadan diprioritaskan dalam alokasi anggaran iklan, sehingga setiap tayangan iklan memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan konsumen saat itu.

2. Skalabilitas Kampanye yang Terstruktur

Lonjakan dari 800 menjadi hampir 3.000 pesanan dalam 30 hari membutuhkan lebih dari sekadar iklan yang bagus — perlu sistem yang scalable. “Surprice” membangun struktur kampanye yang memungkinkan peningkatan skala secara efisien tanpa mengorbankan kualitas konversi. Kampanye yang menunjukkan performa terbaik diperkuat anggarannya secara bertahap, memastikan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

3. Optimasi Berbasis Data Real-Time di Shopee

Platform Shopee menyediakan ekosistem data yang kaya. “Surprice” memanfaatkan insight ini untuk terus melakukan penyesuaian — mulai dari bid strategy, pemilihan kata kunci produk, hingga optimasi halaman toko. Setiap keputusan didasarkan pada data performa aktual, bukan asumsi.

4. Fokus pada Produk dengan Potensi Konversi Tertinggi

Tidak semua produk diciptakan sama dalam hal performa iklan. “Surprice” mengidentifikasi produk-produk yang memiliki kombinasi terbaik antara permintaan pasar, margin, dan relevansi Ramadan — lalu mengkonsentrasikan sumber daya di sana untuk hasil yang maksimal.

Hasil yang Berbicara Sendiri

Angka-angka berikut merangkum pencapaian “Surprice” dalam periode Januari hingga Februari 2026:

  • ROAS melonjak dari 9,76 menjadi 48,27 — pertumbuhan 395% dalam dua bulan.
  • Total pendapatan mencapai Rp419 juta dari aktivitas iklan di Shopee.
  • Volume pesanan meningkat dari 800 menjadi hampir 3.000 dalam 30 hari terakhir.
  • Brand memasuki peak season Ramadan dengan momentum dan kepercayaan diri yang tinggi.

Yang lebih penting dari angka ini adalah apa yang mereka representasikan: “Surprice” telah membangun mesin pertumbuhan yang siap menghadapi bulan-bulan terpenting dalam kalender e-commerce Indonesia.

Perlu Anda ketahui, hasil ROAS di bulan Januari (9,76) adalah hasil yang didapat brand sebelum berjalan bersama Agile Advertising. Sementara, hasil ROAS 48,27 merupakan hasil yang didapat ketika brand berjalan bersama Agile Advertising, bersamaan dengan masuknya momen Ramadan.

Pelajaran untuk Brand Home & Living di E-Commerce

Kisah sukses Surprice mengandung pelajaran yang aplikatif bagi brand lain di kategori serupa:

  • Persiapkan strategi jauh sebelum peak season — momentum dibangun dari jauh hari, bukan mendadak.
  • Relevansi iklan dengan konteks konsumen jauh lebih berharga daripada jangkauan semata.
  • Skalabilitas harus direncanakan — pertumbuhan pesanan 4x lipat membutuhkan sistem yang siap.
  • Data adalah kompas — setiap keputusan optimasi harus berakar pada performa aktual.

Kesimpulan

“Surprice” membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang disiplin, brand Home & Living Indonesia mampu menghasilkan pertumbuhan luar biasa bahkan dalam waktu singkat. Lonjakan ROAS, pendapatan, dan pesanan dalam waktu hanya 30 hari adalah bukti nyata bahwa memahami momen konsumen dan mengoptimalkan iklan secara berbasis data adalah kombinasi yang tak terkalahkan.

Dengan momentum kuat menuju puncak Ramadan, “Surprice” tidak hanya tumbuh — mereka tumbuh dengan dasar  yang kokoh untuk terus berkembang. Ingin bisnis Anda mendapatkan pertumbuhan serupa? Konsultasikan di Agile Advertising sekarang!

Women's Apparel
Women's Apparel
Home Appliances
Home Appliances
Woman's Bag
Woman's Bag
Men's Apparel
Men's Apparel
Home & Living
Home & Living
Mom & Baby
Mom & Baby