Hello! Your Own Custom Plan Here!

Menghitung ROAS Iklan Facebook: Cara Simpel Mengetahui Iklan Untung atau Boncos

@puripanganadmin | 16 Jul 2026 | Categories: Tips & Tricks
Menghitung ROAS Iklan Facebook: Cara Simpel Mengetahui Iklan Untung atau Boncos

Pernah merasa iklan Facebook berjalan lancar, klik terus naik, tetapi keuntungan bisnis justru tidak terasa? Kondisi ini cukup sering dialami oleh banyak pelaku UMKM. Mereka fokus mengejar reach, impressions, atau jumlah klik, tetapi lupa mengukur satu metrik yang benar-benar menunjukkan efektivitas iklan, yaitu ROAS (Return on Ad Spend).

Tanpa tahu cara menghitung ROAS iklan Facebook, kamu bisa saja terus mengeluarkan anggaran untuk kampanye yang sebenarnya merugi. Sebaliknya, dengan memahami metrik ini, kamu bisa tahu iklan mana yang layak ditingkatkan, diperbaiki, atau bahkan dihentikan. Lalu, bagaimana cara menghitung ROAS dengan benar?

Apa Itu ROAS dalam Facebook Ads?

ROAS atau Return on Ad Spend adalah metrik yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pendapatan yang diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan untuk beriklan. Berbeda dengan ROI yang menghitung keuntungan setelah seluruh biaya operasional dikurangi, ROAS hanya berfokus pada efektivitas biaya iklan.

Dengan kata lain, ROAS membantu kamu menjawab pertanyaan sederhana: “Apakah uang yang saya keluarkan untuk Facebook Ads benar-benar menghasilkan penjualan?” Semakin tinggi nilai ROAS, semakin efisien kampanye iklan yang kamu buat.

Cara Menghitung ROAS Iklan Facebook

Menghitung ROAS sebenarnya tidak sulit. Namun, tidak sedikit advertiser masih salah memasukkan komponen biaya sehingga hasilnya kurang akurat. Mari pahami terlebih dahulu konsep perhitungannya sebelum melihat contoh kasus.

Rumus dasar ROAS adalah: ROAS = Pendapatan dari Iklan ÷ Biaya Iklan

Misalnya:

  • Pendapatan dari Facebook Ads: Rp25.000.000
  • Total biaya iklan: Rp5.000.000

Maka:

ROAS = Rp25.000.000 ÷ Rp5.000.000 = 5

Artinya, setiap Rp1 yang Anda keluarkan untuk iklan menghasilkan Rp5 pendapatan. Semakin besar angkanya, semakin baik performa kampanye tersebut.

Berapa ROAS yang Dianggap Bagus?

Nilai ROAS yang ideal sebenarnya berbeda-beda tergantung industri, margin keuntungan, hingga strategi bisnis. Namun, ada beberapa patokan umum yang sering digunakan sebagai acuan.

ROAS 1x

  • Pendapatan sama dengan biaya iklan.
  • Belum tentu untung karena masih ada biaya operasional lainnya.

ROAS 2–3x

  • Cukup baik untuk bisnis dengan margin tinggi.
  • Masih perlu dihitung bersama biaya operasional.

ROAS 4–6x

  • Sudah tergolong sangat baik.
  • Umumnya menunjukkan kampanye yang sehat dan efisien.

ROAS di atas 6x

  • Sangat optimal.
  • Biasanya menjadi kampanye yang layak untuk di-scale up.

Namun, jangan terpaku pada angka saja. ROAS harus selalu dibandingkan dengan margin produk. Mudahnya begini: produk dengan margin kecil membutuhkan ROAS yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk dengan margin besar.

Faktor yang Membuat ROAS Facebook Ads Turun

Satu pertanyaan yang sering muncul: apa yang membuat ROAS di Facebook Ads turun atau rendah angkanya? 

Apakah pada budget yang kurang besar? Tidak selalu. Ada beberapa penyebab lain yang justru berasal dari strategi pemasaran yang kurang tepat sasaran, seperti: 

1. Target Audience Terlalu Luas

Semakin luas audiens, semakin besar kemungkinan iklan tampil kepada orang yang kurang relevan. Perbaiki dengan:

  • menggunakan Custom Audience
  • membuat Lookalike Audience
  • melakukan segmentasi berdasarkan minat dan perilaku
  • memanfaatkan data pelanggan yang sudah ada

2. Visual Iklan Kurang Menarik

Facebook dan Instagram merupakan platform visual. Jadi, kalau gambar atau video gagal menarik perhatian dalam beberapa detik pertama, kemungkinan besar pengguna akan langsung melewati iklan. Pastikan visual memiliki:

  • kualitas tinggi
  • headline yang kuat
  • pesan utama yang langsung terlihat
  • CTA yang jelas

3. Landing Page Tidak Optimal

Sering kali iklan sudah bagus, tetapi halaman tujuan justru lambat atau membingungkan. Perhatikan beberapa hal berikut.

  • Kecepatan loading.
  • Tampilan mobile-friendly.
  • Informasi produk yang jelas.
  • Tombol pembelian mudah ditemukan.
  • Checkout sederhana.

4. Tidak Melakukan Testing

Kesalahan terbesar advertiser adalah menjalankan satu jenis iklan dalam waktu lama tanpa melakukan evaluasi. Lakukan A/B Testing terhadap:

  • headline
  • visual
  • copywriting
  • CTA
  • target audience
  • format iklan

Dengan testing yang rutin, kamu dapat menemukan kombinasi iklan dengan ROAS terbaik.

Cara Meningkatkan ROAS Facebook Ads

ROAS bukan sekadar angka yang diamati setiap akhir bulan. Metrik ini seharusnya menjadi dasar dalam mengambil keputusan optimasi kampanye. Berikut beberapa strategi yang dapat membantu meningkatkan ROAS secara konsisten.

1. Optimalkan Pixel dan Conversion Tracking

Pastikan Facebook Pixel atau Meta Pixel telah terpasang dengan benar sehingga setiap konversi dapat tercatat secara akurat. Data yang lengkap akan membantu algoritma Meta menampilkan iklan kepada calon pelanggan yang lebih berpotensi melakukan pembelian.

2. Fokus pada Objective yang Tepat

Kalau target utama adalah penjualan, kamu sebaiknya tidak memilih objective seperti Reach atau Engagement. Sebaliknya, gunakan objective yang berorientasi pada:

  • Sales
  • Website Conversion
  • Leads
  • Catalog Sales

Objective yang tepat membantu sistem Meta mengoptimalkan penayangan ke pengguna dengan peluang konversi lebih tinggi.

3. Evaluasi Kampanye Secara Berkala

Jangan menunggu hingga anggaran habis baru melakukan evaluasi. Idealnya, lakukan analisis terhadap:

  • ROAS
  • Cost per Purchase
  • CTR
  • CPM
  • Frequency
  • Conversion Rate

Dari data tersebut, kamu bisa segera mengetahui kampanye mana yang perlu ditingkatkan atau dihentikan.

Jangan hanya Hitung ROAS, Optimalkan juga Performanya!

Menghitung ROAS iklan Facebook adalah langkah awal yang memastikan setiap budget yang kamu keluarkan untuk pemasaran memberikan hasil optimal. Namun, angka ROAS yang tinggi tidak hanya bergantung pada besar kecilnya budget. 

Target audiens, materi iklan, strategi bidding, hingga proses optimasi harian juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hasil kampanye. Jika bisnis kamu ingin mendapat performa iklan yang lebih konsisten, tim Agile Advertising  siap membantu melalui layanan Social Media Ads. 

Kami membantu bisnis merancang strategi Meta Ads yang berbasis data, mulai dari riset audiens, pembuatan materi iklan, optimasi campaign, hingga analisis performa agar setiap pengeluaran iklan memberikan hasil yang lebih maksimal.

Karena pada akhirnya, tujuan iklan bukan sekadar mendapat lebih banyak klik, melainkan menghasilkan penjualan yang benar-benar menguntungkan bagi bisnis. Ingin berdiskusi lebih lanjut? Kontak tim kami sekarang!